in

Hal Yang Kerap Dikeluhkan Wisatawan Jogja

Minimnya Sarana Pendukung yang Mestinya Menjadi Perhatian Pelaku Pariwisata

Keluhan Wisatawan Jogja

Sebagai salah satu destinasi wisata nasional Indonesia yang terkenal (bahkan peringkat kedua), Jogja memiliki potensi keberagaman obyek destinasi wisata yang tersebar di berbagai lokasi. Meski punya banyak tempat wisata, baik yang baru dibuka maupun baru dibangun (dikembangkan) seiring berjalannya pembangunan fasilitas dan infrastruktur di beberapa daerah, namun pada kenyataannya dunia pariwisata Jogja masih jauh dari sempurna. Ada yang sudah bagus, namun tidak sedikit yang masih perlu diperbaiki atau setidaknya difasilitasi. Berikut adalah beberapa hal yang paling sering dikeluhkan oleh wisatawan yang datang ke Jogja.

AKSES. Masih minimnya sarana transportasi umum yang murah seperti bus atau angkot (minibus) yang melewati obyek-obyek wisata. Belum lagi akses ke tujuan wisata kerap belum/tidak terpelihara sehingga sulit dilalui. Ini membuat para wisatawan terpaksa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa (rental). Akibatnya, meskipun tiket masuk ke obyek wisata murah atau bahkan gratis, tetap saja jadi terasa mahal.

RETRIBUSI. Baik tiket masuk maupun tarif parkir obyek wisata kerap tanpa kejelasan. Karena belum adanya ketentuan atau aturan yang jelas mengenai besaran retribusi tiket masuk kawasan wisata, akibatnya pihak pengelola setempat kerap menerapkan perubahan/kenaikan harga diluar kewajaran terutama pada hari-hari libur atau ‘peak season’. Akibatnya, tidak sedikit wisatawan yang kecewa bahkan kesal dengan hal ini. Demikian pula halnya dengan tarif parkir. Ini yang paling sering dikeluhkan para pengunjung tempat wisata khususnya dihari libur seperti long weekend, libur lebaran atau libur sekolah. Tidak adanya ketentuan dan pengawasan pihak pengelola atau Pemda setempat membuat para oknum pengelola sering ‘nuthuk’ ongkos parkir diluar kewajaran.

AKOMODASI. Hampir setiap pengunjung obyek wisata bisa dipastikan membutuhkan makanan dan minuman selama menikmati atau ingin berlama-lama berada di area wisata tersebut. Pada kenyataannya fasilitas makan dan minum yang layak (higienis) baik berbentuk gerobak (booth) atau warung belum cukup tersedia apalagi dikelola. Kalaupun ada, kondisinya masih semrawut dan kurang layak bagi kebanyakan para wisatawan. Ini tentu saja membuat para wisatawan kurang nyaman berlama-lama berada di obyek wisata tersebut dan memaksa para pengunjung obyek wisata untuk membawa bekal sendiri.

SANITASI. Masih banyak obyek-obyek wisata yang minim sarana kebersihan khususnya toilet atau kamar mandi (MCK). Demikian juga halnya dengan tempat sampah yang sangat minim jumlahnya. Akibatnya area obyek wisata menjadi cepat kotor penuh sampah berserakan terutama pada saat ramai pengunjung. Ini tentu saja mengurangi dan bahkan merusak keindahan, keasrian serta kenyamanan para wisatawan di area wisata tersebut.

PAPAN INFORMASI. Minimnya papan informasi atau petunjuk mengenai obyek wisata itu sendiri. Papan informasi yang dimaksud disini adalah papan yang berisikan informasi lokasi, fitur, sejarah, denah dan sebagainya, mengenai obyek wisata tersebut serta peraturan/ketentuan yang berlaku (pantangan, larangan, dan sebagainya). Bisa berupa foto-foto dokumentasi dan berita (bulletin). Fasilitas seperti ini tentu akan sangat membantu para wisatawan terutama bagi yang baru pertama kali ke lokasi wisata tersebut, serta jika para wisatawan ingin sharing informasi lokasi itu ke orang lain.

Kelima hal diatas menjadi penting jika obyek-obyek wisata di Jogja ingin memiliki reputasi yang lebih baik atau bahkan menjadi obyek wisata world class. Semoga saja hal itu segera mendapat perhatian dari para pelaku pariwisata di Jogja khususnya pihak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, dan menjadikan Jogja sebagai destinasi wisata berkelas internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *