in

Lomba Masangin Ramaikan Festival Budaya Alun-alun Selatan

Memperteguh Keberadaan Alun-alun Selatan Sebagai Kawasan Budaya di Yogyakarta

Masangin Yogyakarta

Masangin atau berjalan di tengah 2 pohon beringin di alun-alun Selatan Yogyakarta selama ini menjadi daya tarik tersendiri. Berjalan di tengah dua pohon beringin tua ini mempunyai mitos dan tentu membuat penasaran.

Mitos jika bisa berjalan melewati tengah dua pohon beringin dengan mata tertutup bahwa keinginanya akan terwujud. Banyak orang yang mencoba dan banyak juga yang tak bisa melewatinya dengan mulus karena seringkali berbelok dan justru menjauh dari pohon beringin.

Tradisi Masangin kali ini akan di lombakan yang memperebutkan hadiah. Lomba Masangin ini dikemas dalam ‘Festival Budaya Alun-alun Selatan Yogyakarta’ yang akan digelar tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2015 di Alun-alun Selatan Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mengatakan, event ini untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke Yogyakarta. Event yang dibiayai anggaran dana keistimewaan ini untuk lebih memperkuat image positif destinasi wisata DIY sebagai destinasi wisata budaya terkemuka.

“Kegiatan ini untuk memperteguh keberadaan Alun-alun Selatan sebagai salah satu kawasan budaya di Yogya dan kawasan heritage yang menyatu dengan Keraton Yogyakarta,” kata Aris Riyanta di kantor Dinas Pariwisata DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (29/7/2015).

Lomba Masangin terbuka untuk umum, baik warga lokal wisatawan asing mapun domestik. Peserta lomba disediakan doorprize berupa handphone dan kipas angin.

Selain lomba Masangin juga digelar pentas tari Reog dan Jathilan, kesenian daerah, lomba dan pawai sepeda mobil hias, tari tradisional, pagelaran wayang kontemporer.

Melalui ‘Festival Budaya Alun-alun Selatan Yogyakarta’ ini diharapkan kawasan Alun-alun Selatan Yogyakarta akan lebih dikenal luas oleh masyarakat dan wisatawan lokal dan asing. Event ini juga untuk memunculkan kreasi atraksi wisata budaya yang bisa dinikmati tetapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan pelaku wisata budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *