in

Malioboro Night Festival 2016

Event Pertama Bertemakan “Simfoni Indonesia Merajut Nusantara”

Malioboro Night Festival 2016

Event bertajuk Malioboro Night Festival 2016″ yang baru pertama kali diselenggarakan di kawasan jalan Malioboro ini dibuka oleh Aris Riyanta, Kepala Dinas Pariwisata DIY, didampingi oleh Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah di panggung Titik Nol atau Monumen Serangan Umum 1 Maret pada Jumat, 26 Agustus 2016 sekitar pukul 19.00 WIB. Event bertemakan “Simfoni Indonesia Merajut Nusantara” akan dilangsungkan selama 2 malam dari 26 hingga 27 Agustus 2016.

Sebuah konsep festival, merayakan Malioboro sebagai kawasan wisata unggulan di Yogyakarta. Kawasan Malioboro sejak tahun 1970-an merupakan markas para seniman mengekpresikan diri dengan berpusat di gedung Senisono. Ini menjadi salah satu yang mendasari diselenggarakannya Malioboro Night Festival. Disamping itu, event festival ini diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, serta mampu memperpanjang masa tinggal atau “length of stay” mereka di Jogja.

Malioboro adalah representasi wajah kota Yogyakarta yang harus selalu dipelihara, ditata, dihias, dipoles dan dijaga. Perayaan Malioboro dimalam hari yang akan melibatkan berbagai dinamika kesenian dan kuliner di Yogyakarta, dikemas dalam gelaran beragam sajian seni budaya meliputi musik, tari tradisi – kontemporer, multimedia, lampion dan pesta jalanan. Malioboro Night Festival 2016 akan mengajak komunitas-komunitas seni di Yogyakarta untuk turut berpesta meneguhkan kembali Malioboro sebagai kawasan “Legend of Jogja” yang sarat dinamika budaya. Event ini akan menampilkan pentas seni dari berbagai seniman lokal seperti Anterdaus Perform, Gamelan Wali Alang-Alang, Pajumonca Perform, Jasmine Akustik, G-Five, Kilimanjaro, Seruni Acapella, Anak Wayang Percussion dan lain-lain, serta artis nasional seperti Vidi Aldiano dan Katon Bagaskara.

Ada 2 panggung besar (utama) yang terletak di utara titik nol dan ujung jalan Malioboro (depan hotel Inna Garuda) serta setidaknya 10 kafe dan 4 panggung komunitas di sepanjang badan jalan Malioboro yang menampilkan street performance dan karnaval tari serta pertunjukan musik. Kedepan diharapkan agar festival semacam ini bisa terselenggara lagi dengan lebih baik dan lebih meriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *