in ,

Upside Down World Jogja

Tempat Selfie Berbayar yang Unik dan Pertama di Jogja

Upside Down World Jogja

Mulai awal bulan Juli 2016 ini Jogja punya obyek wisata baru yang cukup menarik terutama untuk yang doyan selfie. Namanya Museum Upside Down World Jogja. Lokasinya berada di Jalan Ringroad Utara 18, Maguwoharjo atau persisnya di seberang kompleks Casa Grande. Buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 19.00 WIB.

Meskipun tren ini sudah populer cukup lama di luar negeri, namun untuk Jogja obyek wisata unik ini adalah yang pertama — setelah sebelumnya dibuka di Bali. Untuk masuk ke wahana ini anda harus membayar tiket masuk sebesar IDR 80.000 untuk orang dewasa dan IDR 40.000 untuk anak-anak. Setelah itu anda diharuskan melepas alas kaki (disediakan rak sepatu) dan bisa menikmati keunikan yang ada di Upside Down World ditemani beberapa ‘guest assistance‘ yang memandu selama berkeliling.

LOCATION MAP

Upside Down World Jogja

Alamat/Kontak: Jl. Ring Road Utara No.18, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281. Telp. +62 812-3612-1280.

Upside Down World Jogja memiliki 2 lantai dengan 12 spot (scenes) termasuk 2 spot sudut/kecil bertemakan ruang atau kamar sebuah rumah yang seluruhnya ditata terbalik yang memungkinkan anda berfoto dengan berbagai gaya dan latar belakang serba unik. Tema ruangannya antara lain ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur utama dan anak, dapur, kamar mandi hingga workshop. Semuanya ditata dengan perabot furnitur, dekorasi, bahkan atribut produk asli (bukan model plastik atau styrofoam).

PHOTO GALLERY

Sayangnya, seperti yang banyak dikeluhkan, untuk ukuran Jogja harga tiket masuknya termasuk mahal untuk jumlah ruang yang hanya berisikan 12 scenes itu. Disamping itu area yang cukup sempit tanpa koridor terasa sangat membatasi jumlah dan arus gerak (traffic) pengunjung. Ditambah lagi penyejuk ruangan di lantai atas yang agak minim sangat mengurangi kenyamanan. Meski ada pendamping (guest assistance) yang membantu memotret serta membebaskan kita berimajinasi sendiri, namun tidak/belum ditemukan papan petunjuk (panel) contoh atau rekomendasi bagi pengunjung — bagaimana dan dari spot-spot mana sebaiknya kita mengambil gambar seperi halnya di ‘Trick Eye Museum’ Sentosa Island, Singapore. Hal ini tentu akan menimbulkan kesulitan bahkan mungkin kekecewaan bagi pengunjung baru apalagi yang belum terbiasa dengan perspektif dan visual effect. Terakhir, karena area parkirnya yang sangat terbatas, sebaiknya datang diwaktu sepi (sekitar jam 10.00 WIB) atau gunakan saja kendaraan roda-dua.

One Comment

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *