in ,

Candi Ijo

Situs candi dengan ketinggian 375 meter diatas permukaan laut

Candi Ijo

Candi Ijo merupakan kompleks per-candi-an yang bercorak Hindu. Kompleks Candi ini diberi nama sesuai lokasinya, yakni berada di lereng bukit padas yang bernama Gunung Ijo yang memiliki ketinggian kurang lebih 427 mdpl (meter diatas permukaan laut). Secara administratif situs ini berada di desa Groyokan, kelurahan Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman dan berada di ketinggian 375 mdpl. Penyebutan nama desa Ijo (hijau) pertama kalinya disebut dalam prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi. Dalam prasasti tersebut ditulis seorang yang berasal dari desa Wuang Hijo.

Candi Ijo pertama kali ditemukan tanpa sengaja oleh seorang administratur pabrik gula Sorogedug H.E Doorepaal pada tahun 1886, sewaktu ia sedang mencari lahan untuk penanaman tebu. Candi Ijo menempati 11 teras bukit kapur dengan ketinggian yang berbeda membujur dari Barat ke Timur dan terbagi dalam 17 kelompok candi. Secara umum dapat dibagi dalam 2 struktur bangunan, beratap dan tanpa atap. Struktur tanpa atap diperkirakan merupakan bangunan berkayu (dengan ditemukannya sisa umpak). Pada teras ke-11 ditemukan bangunan utama kompleks candi yang terdiri dari satu Candi Utama (candi A) dan tiga Candi Perwara (candi B, C dan D) yang terletak di depannya.

Setelah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya pada tahun 1998, upaya pelestarian diwujudkan melalui berbagai aktivitas pemugaran melalui tindakan restorasi, rekonstruksi, rehabilitasi, konsolidasi serta konservasi. Meski sempat terhenti karena gempa bumi pada Mei 2006, hingga saat ini proses pemugaran masih dilanjutkan.

LOCATION MAP

Candi Ijo

Kontak: Desa Groyokan, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Telp. 0821 3837 3973.

FITUR LOKASI

Situs Candi Ijo ini merupakan kompleks percandian yang berteras-teras dari sisi Timur makin tinggi ke belakang sebagai pusat percandian. Pola ini berbeda dengan pola percandian yang berada di dataran Prambanan yang kebanyakan memusat ke tengah, seperti Candi Prambanan dan Candi Sewu. Ini didasari konsep penataan ruang yang bersifat kosmis, dengan pusat berupa puncak gunung Meru, tempat tinggal para Dewa. Keunikan pola semacam ini lebih banyak dijumpai pada candi-candi dari masa Jawa Timur.

Hingga awal Juli 2016, untuk masuk ke area situs ini belum dikenakan biaya/retribusi tiket masuk alias gratis. Pengunjung hanya diminta mengisi buku tamu di pintu/loket masuk. Pintu/loket dibuka mulai jam 06.00 hingga 17.30 WIB. Area situs cukup bersih meski tempat sampah belum banyak tersedia. Soal pemandangan (panorama) di area situs, saat cuaca cerah, bisa dibilang keren sangat!

PHOTO GALLERY

TRANSPORTASI

Tidak (belum) ada kendaraan umum reguler yang melalui jalan ini, jadi hanya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi baik roda-empat maupun roda-dua. Jika ingin menggunakan bus (kecil/medium) bisa parkir di area Taman Tebing Breksi yang cukup luas dan berada kira-kira 600 meter di bawah area Candi Ijo.

TIPS

Jalan menuju lokasi bisa dibilang cukup ‘ekstrim’ tanjakannya, jadi persiapkan kendaraan agar kondisinya memadai. Area parkir yang tersedia cukup terbatas untuk kendaraan roda-empat dan hampir tidak memungkinkan untuk parkir di tepi jalan karena lebar jalan juga terbatas (akan menghalangi lalu lintas kendaraan). Sangat disarankan menggunakan kendaraan roda-dua.

Penilaian kami?

Overall Score* : 4.5

*) lokasi, kebersihan, fasilitas, transportasi, harga dan lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *