in

Museum Dirgantara Mandala

Koleksi Terlengkap Jejak Sejarah Kedirgantaraan TNI Angkatan Udara

Museum Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala terletak di Komplek Pangkalan TNI AU Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Awalnya museum ini diresmikan oleh Panglima AU Laksamana Udara Roesmin Nurjadin pada 4 April 1969 serta berlokasi di kawasan Markas Komando Wilayah Udara V (Makowilu) Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta Pusat. Namun dengan keputusan Kepala Staf TNI AU No.11/IV/1978 tanggal 17 April 1978, ditetapkan bahwa Museum Pusat AURI yang semula berkedudukan di Jakarta dipindahkan ke Yogyakarta, di-integrasikan dengan Museum Pendidikan (Museum Karbol) dan menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Lokasinya memanfaatkan bekas gedung Link Trainer yang berada di kawasan kesatrian AKABRI Bagian Udara. Dasar pertimbangan penentuan lokasi museum di Yogyakarta adalah: 1) Pada tahun 1945-1949 Yogyakarta memegang peranan penting sebagai tempat lahir dan pusat perjuangan TNI Angkatan Udara. 2) Yogyakarta adalah tempat penggodokan Taruna-taruna Angkatan Udara (Karbol) sebagai calon perwira TNI AU.

Dengan bertambahnya koleksi museum, terutama alutsista (Alat Utama Sistem Senjata), Pimpinan TNI AU memutuskan untuk melakukan pengembangan (perluasan) area dengan menempati gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisucipto. Kini luas area museum seluruhnya sekitar 8.2 Ha, sedangkan luas bangunan yang digunakan sekitar 8.765 m2. Tempat ini yang hingga sekarang dipergunakan sebagai museum dan telah dilakukan beberapa kali renovasi dalam rangka penyempurnaan sehingga menjadi tempat yang layak sebagai sebuah museum.

Museum ini dibuka untuk umum setiap hari dari jam 08.30 hingga jam 15.00 WIB. Untuk tiket masuknya, dikenakan seharga Rp 3.000 /orang, plus Rp 1.000 jika anda membawa kamera. Karena museum ini terletak di area militer, pengunjung diwajibkan menitipkan kartu tanda pengenal atau ID Card (KTP/SIM/Passport) di gerbang masuk dan bisa mengambil kembali saat keluar area.

LOCATION MAP

Museum Dirgantara Mandala

Alamat/Kontak: Kompleks Landasan Udara Adisucipto, Jl. Kolonel Sugiono, Yogyakarta. Telp. 0274 484 453.

FITUR LOKASI

Area museum dalam ruangan terbagi dalam beberapa ruangan/zona, yaitu: Ruang Utama, memuat koleksi lambang TNI-AU beserta jajarannya, para Pahlawan Nasional dari TNI- AU, foto Kepala Staf TNI AU dan para tokoh penerima Bintang Swa Bhuwana Paksa, serta tanda-tanda kehormatan militer. Ruang Kronologi, yang menggambarkan sejarah perjuangan dan perkembangan TNI-AU mulai dari Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945. Ruang Seragam TNI AU, yang memuat berbagai seragam yang pernah digunakan TNI AU sejak tahun 1945 hingga saat ini. Ruang Kotama dan Ruang Kasau, memuat koleksi dan benda-benda yang berkaitan dengan Kotama di jajaran TNI-AU, diantaranya; Korpaskhasau, Kodikau, AAU, Seskoau, Koharmatau, Koopsau, Kohanudnas dan perkembangan Sekolah Penerbang TNI Angkatan Udara serta barang-barang dan benda yang pernah dipakai oleh Para Mantan Kasau. Ruang Alutsista, memuat koleksi alat utama system senjata udara yang pernah digunakan oleh TNI-AU dari tahun 1945 hingga tahun 1970-an berupa pesawat, radar, peluru kendali dan roket. Ruang Diorama, menampilkan perkembangan dan berbagai kegiatan TNI AU, serta SKSD Palapa. Ruang Minat Dirgantara, memuat tentang lambang-lambang skadron udara dan jenis pesawat pendukungnya, pesawat Starlite serta koleksi buku-buku terbitan TNI-AU.

Pada halaman gedung dipajang pesawat Tupolev TU-16 B KS, UF 1 Albatros, PBY-5A Catalina dan peluru kendali SA-75, pesawat A-4 Skayhawk dan Pesawat OV-10 Bronco yang merupakan koleksi pesawat terbaru dipajang di depan gedung museum pada bulan Januari 2011. Area halaman ini merupakan area taman dengan pepohonan cukup sejuk dan nyaman serta terdapat beberapa kursi/bangku. Ada juga area kantin/area makan dekat area parkir dimana terdapat beberapa warung/kios makan dengan berbagai menu makanan dan minuman.

Sayangnya, beberapa item terutama diorama, ada yang sudah kurang terawat karena banyak yang agak rusak sehingga mengurangi keindahannya, meski tak mengurangi nilai sejarahnya.

PHOTO GALLERY

TRANSPORTASI

Selain dengan kendaraan pribadi/sewa, bisa dengan bus TransJogja rute 1A, 1B, 3A dan 3B berhenti di halte Janti atau Angkasa namun masih harus jalan kaki lumayan jauh untuk masuk lewat samping SMA Angkasa. Area parkir di dalam sangat luas baik untuk mobil, sepeda motor maupun bus.

TIPS

Karena museum berada di area militer, kenakan pakaian rapi sopan serta alas kaki menggunakan sepatu. Penggunan sendal jepit dan kacamata hitam dilarang.

Penilaian kami?

Overall Score* : 3.8

*) lokasi, kebersihan, fasilitas, transportasi, harga dan lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *