in

Museum Mainan Anak Kolong Tangga

Museum Dimana Anak-Anak Bisa Bermain Sekaligus Belajar

Museum Mainan Anak Kolong Tangga

Museum Pendidikan dan Mainan Anak Kolong Tangga, atau yang lebih kerap disebut Museum Dolanan ini adalah museum anak pertama dan satu-satunya di Indonesia, yang merupakan wadah untuk mempromosikan pendidikan alternatif melalui mainan dan permainan tempo doeloe. Misi utamanya adalah mengangkat dan mengenalkan permainan tempo dulu di Indonesia dan dunia dalam beberapa program kerja, antara lain: workshop ketrampilan dan pengembangan kreativitas, kegiatan perpustakaan, kunjungan ke sekolah-sekolah di pedalaman, pameran pendidikan dan lain-lain.

Dibuka pada awal Februari 2008, museum ini didirikan berawal dari kekhawatiran Rudi Corensseorang seniman berkebangsaan Belgia yang sudah lama tinggal di Yogyakarta – akan anak-anak dan remaja yang cenderung melupakan budaya dan tradisi mereka sendiri di era globalisasi ini. Anak-anak sekarang kerap lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk menonton televisi atau bermain gadget dan elektronik lainnya.

Museum Pendidikan dan Mainan Anak Kolong Tangga ini dikelola oleh Yayasan Dunia Damai, sebuah organisasi sosial non-profit yang dirintis oleh beberapa relawan dan bergerak di bidang seni, budaya dan pendidikan alternatif bagi anak-anak tanpa membedakan status sosial, agama dan ekonomi. Yayasan Dunia Damai terdaftar di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor daftar AHU-4311.AH.01.04 Tahun 2009.

Museum ini dibuka untuk umum setiap hari Selasa – Minggu, pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Hari Senin dan libur nasional tutup. Untuk tiket masuknya, khusus dewasa diatas 15 tahun dikenakan biaya Rp 5.000, sedangkan untuk anak-anak gratis.

LOCATION MAP

Museum Mainan Anak Kolong Tangga

Alamat/Kontak: Gedung Taman Budaya Lt.2, Jl. Sriwedari No.1, Yogyakarta. Telp. 081 1263 3977.

FITUR LOKASI

Sesuai namanya, museum ini terletak di kolong tangga lantai 2 gedung Taman Budaya yang menjadi area publik. Namun karena keterbatasan ruang inilah, meski memiliki hampir 17.000 item koleksi yang terdiri dari mainan, permainan, buku cerita lama, poster, gambar dan dokumentasi dari Indonesia dan berbagai negara, maka hanya bisa menampilkan sekitar 500 item saja. Sisanya disimpan di gudang sekretariat. Hampir 80% dari koleksi asli merupakan sumbangan Rudi Corens pada Yayasan Dunia Damai. Selebihnya, merupakan sumbangan dari para sahabat museum, donatur dan sponsor, serta hasil pertukaran koleksi dengan museum anak-anak lain; salah satunya dengan sebuah museum di Hongaria.

Selain menampilkan berbagai item koleksi mainan dan permainan, museum ini juga mengelola Perpustakaan Burung Biru yang memiliki koleksi film anak dan lebih dari 400 buku tempo doeloe, serta berbagai aktivitas kegiatan seperti Workshop Kreatifitas, seperti kreasi membuat mainan topeng kertas, othok-othok, lampion, kreasi tanah liat, permainan benthik, egrang, gobag sodor, hingga pertunjukan konser musik dan pameran tahunan agar anak-anak merasa dekat dengan museum ini.

PHOTO GALLERY

TRANSPORTASI

Dengan kendaraan sendiri baik mobil dan motor maupun kendaraan umum atau TransJogja. Untuk parkir kendaraan sendiri menggunakan area parkir di sepanjang jalan Sriwedari hingga pasar Beringharjo, sedangkan dengan TransJogja bisa turun di Taman Pintar (rute 1A dan 2A).

TIPS

Beberapa item koleksi mainan secara berkala ditukar (diganti) secara berkala, jadi setiap kunjungan kadang menampilkan item koleksi yang berbeda.

Penilaian kami?

Overall Score* : 4.2

*) lokasi, harga, fasilitas, kebersihan, transportasi dan fitur lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *