in

Bandara Internasional Adi Sucipto

Berawal dari pangkalan militer udara menjadi bandara komersial

Bandara Internasional Adisucipto

Bandar Udara Adisutjipto dulu dinamakan Maguwo, sesuai dengan nama desa tempatnya berada Maguwoharjo. Pangkalan udara Maguwo ini dibangun sejak tahun 1940 lalu dipergunakan oleh Militaire Luchtvaart pada tahun 1942. Pada Tahun 1945 Pangkalan Udara Maguwo diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan dijadikan Pangkalan Angkatan Udara untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Lapangan terbang ini digunakan untuk operasional pesawat-pesawat AURI, serta untuk latihan terbang bagi Kadet sekolah penerbang di Maguwo yang di pimpin oleh Agustinus Adisutjipto. Tahun 1964 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan atas persetujuan Angkatan Udara Indonesia, menjadikan Pelabuhan Udara AdiSutjipto Jogjakarta sebagai pelabuhan udara Gabungan Sipil dan Militer. Pada tahun 1972 dilakukan perluasan Terminal Sipil yang pertama. Baru pada tahun 1992, Bandar Udara Adisutjipto secara resmi masuk ke dalam pengelolaan Perum Angkasa Pura I. Tanggal 2 Januari 1993 statusnya diubah menjadi PT (PERSERO) Angkasa Pura I.

Bandara Adisucipto menjelma menjadi bandara internasional pada tanggal 21 Februari 2004. Pada saat itu, Garuda Indonesia mengoperasikan rute Yogyakarta – Kuala Lumpur dan sebulan kemudian rute Yogyakarta – Singapura. Pada bulan Januari 2008, penerbangan internasional menghadirkan Air Asia yang mengoperasikan Airbus A320 dengan rute Yogyakarta – Kuala Lumpur serta Yogyakarta – Singapore. Menyusul kemudian Malaysia Airlines turut datang ke Yogyakarta dengan mengoperasikan Boeing 737-400 dibulan Februari 2008. Belakangan SilkAir juga sudah mengoperasikan rute Yogyakarta – Singapore.

LOCATION MAP

Adisucipto International Airport

Kontak: Jalan Raya Solo KM.9, Yogyakarta 55282. Telp. +62 274 484261 – 266, Fax. +62 274 488155.

FITUR LOKASI

Bandara Adisucipto sesuai sejarahnya yang berawal dari pangkalan militer udara, memang awalnya tidak diperuntukkan bagi penerbangan komersial. Jadi meskipun sudah menyandang status Bandara Internasional (International Airport), fasilitas penumpang yang tersedia tidak/belum se-moderen atau se-canggih layaknya bandara internasional lainnya (Sukarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai dan Kualanamu misalnya). Meski sudah beberapa kali dilakukan perbaikan dan pengembangan fasilitas bandara, peningkatan jumlah penumpang tiap tahun yang cukup signifikan turut mengurangi kenyamanan bagi penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan.

Terminal B Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta (di sisi Barat) resmi mulai beroperasional bertepatan dengan HUT ke-70 Kemerdekaan RI (17/08/2015). Gedung seluas 7.000 m2 dan berdaya tampung hingga 600.000 penumpang/tahun ini dioperasionalkan guna meningkatkan pelayanan terhadap penumpang sambil menunggu realisasi pembangunan bandara baru di Kulonprogo. Maskapai yang menggunakan Terminal B tersebut antara lain adalah AirAsia dan SilkAir untuk rute keberangkatan dan kedatangan internasional dan Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia serta Express Air untuk rute keberangkatan domestik.

PHOTO GALLERY

TRANSPORTASI

Untuk transportasi umum dari dan ke bandara Adisucipto bisa ditempuh dengan TransJogja (1A, 1B, 3A dan 3B), Bus Damri dengan rute Magelang, Kebumen dan Purworejo. Kereta Api (Stasiun Maguwo) melayani rute yang menghubungkan Kutoarjo, Yogyakarta dan Surakarta, Surabaya dan Madiun. Serta tentu saja Taksi dan Go-jek atau kendaraan sewa (rental) yang memiliki counter di area kedatangan.

Area parkir tersedia cukup luas baik untuk roda empat maupun roda dua disisi utara bandara. Di sekitar gerbang masuk bandara juga terdapat beberapa parkir-inap (harian) untuk mobil dan sepeda motor dengan tarif bervariasi yang berkisar Rp5.000 – Rp10.000 /hari untuk motor dan Rp20.000 – Rp30.000 /hari untuk mobil.

TIPS

— tidak/belum ada —

Leave a Reply