in ,

Taman Tebing Breksi

Bekas Area Tambang Batu yang Dijadikan Obyek Wisata Karena Keindahan Panoramanya

Taman Tebing Breksi

Taman Tebing Breksi terletak di dusun Groyokan, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Tak jauh dari situs Candi Ijo yang yang hanya berjarak sekitar 600 meter. Awalnya, tebing batuan kapur breksi ini adalah area penambangan batu yang dijadikan sumber pendapatan penduduk sekitar. Akibat dari penambangan ini menghasilkan kupasan tebing setinggi hampir 30 meter.

Bekas-bekas galian (kupasan) yang memunculkan gurat warna putih berkilau dengan semburat kuning dan coklat rupanya menarik sejumlah peneliti untuk melakukan kajian kandungan batuan tersebut. Hasilnya, cukup menghebohkan, batuan breksi tersebut ternyata merupakan endapan abu vulkanik dari situs Gunung Api Purba Nglanggeran. Setelah Pemda setempat melarang aktivitas penambangan, akhirnya area ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya (geo-heritage) dan diresmikan pada 30 Mei 2015 oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai obyek destinasi wisata khususnya adventure dan bumi perkemahan (pramuka). Taman Tebing Breksi ini dibuka untuk umum setiap hari dan belum ada batasan waktu masuk. Namun untuk kios-kios makanan umumnya hanya beroperasi sekitar jam 06.00 hingga 18.00 WIB.

LOCATION MAP

Taman Tebing Breksi

Alamat/Kontak: Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman. Telp. 0821 3837 3973.

FITUR LOKASI

Dari dataran di puncak Tebing Breksi ini, pandangan sangat leluasa ke segala arah. Sangat tepat jika anda penggemar panorama sunrise (dan sunset) atau sekedar menikmati panorama hijaunya alam sekitar yang masih lestari. Puncak dataran cukup terbatas jadi akan terasa kurang leluasa jika pengunjung sedang ramai. Tidak (belum) ada area berteduh di atas sini. Dan hingga Juli 2016 ini, sisi-sisi tebing belum dilengkapi dengan batas pengaman, jadi sangat berbahaya jika anda kurang hati-hati.

Di bagian bawah dibuat area panggung terbuka yang diberi nama “Tlatar Seneng” dengan menata deretan bangku bebatuan melingkar seperti halnya amphitheater yang kerap dimanfaatkan untuk aktivitas pertunjukan seni dan budaya. Hingga awal bulan Juli 2016 ini nampaknya proses penataan kawasan ini belum sepenuhnya selesai atau lengkap. Meski sudah dilengkapi beberapa fasilitas umum seperti area makan dan minum serta toilet umum dan musholla di sisi Timur, sayangnya masih sangat minim tempat sampah.

Untuk masuk ke obyek wisata ini belum dipungut biaya retribusi/tiket alias gratis. Sementara ini hanya untuk parkir. Jangan khawatir, karena area parkirnya sangat luas.

PHOTO GALLERY

TRANSPORTASI

Tidak (belum) ada transportasi umum yang lewat lokasi ini. Kendaraan pribadi atau rental (sewa) agaknya masih menjadi pilihan satu-satunya. Selain trek yang cukup ‘ekstrim’, lebar jalan juga cukup terbatas. Jadi kendaraan seperti bus besar sepertinya belum bisa sampai ke lokasi dengan leluasa meski area parkirnya sangat luas.

TIPS

Saat akhir pekan dan hari libur pengunjung cukup ramai dan terasa kurang nyaman berada di puncak tebing. Jika ingin lebih leluasa sebaiknya pilih hari lain. Jangan lupa untuk mengenakan alas-kaki karet yang tidak licin dan aman untuk area bebatuan terutama saat kondisi basah.

Penilaian dari kami?

Overall Score* : 3.9

*) lokasi, kebersihan, fasilitas, transportasi, harga dan lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *