Konsep kami, dalam istilah populernya adalah What You See Is What You Get (WYSIWYG). Oleh sebab itu, kami berusaha sedapat mungkin menyajikan apa adanyatanpa kosmetik dan tanpa pemanis, ringkas namun tetap informatif. Mengapa? Karena banyak obyek destinasi wisata yang pada kenyataannya kerap tidak sebagus difoto. Namun sebaliknya, tidak jarang pula pada kenyataannya obyek tersebut jauh lebih bagus daripada difoto.

Sebagai contoh, penggunaan aplikasi InstagramĀ® dengan fitur image-editing-nya adalah salah satu contoh penyajian yang sering “misleading” dalam dunia pariwisata. Apalagi jika penggunaan image-effect-nya salah atau berlebihan. Demikian juga dengan penggunaan drone-camera dalam menangkap (capture) obyek wisata, karena pengunjung dapat dipastikan tidak bisa ‘menikmati’ pemandangan dari posisi drone-camera tersebut kecuali ingin menggunakan helicopter.. ;-) .

Hampir setiap obyek wisata terutama panorama, pemandangan (scenery), wisata alam dan obyek outdoor lainnya, tidak bisa selalu dinikmati setiap saat. Keindahannya sering kali bergantung pada cuaca dan waktu (musim), serta banyaknya pengunjung lain yang datang ke lokasi pada saat itu. Sebagai contoh, untuk obyek wisata alam atau perkebunan, akan jauh lebih indah dan lebih ‘hijau’ jika dinikmati selama pertengahan hingga akhir musim hujan (dibulan Desember hingga April).

Terakhir, kami berusaha menampilkan segalanya dengan praktis, singkat, padat, serta mudah dibaca — yang jelas, multi-device atau gadget friendly. Dan jangan lupa, jika anda mengeksplor atau berkunjung ke tempat-tempat wisata, ingatlah:

Don’t take anything but pictures – Jangan ambil apapun selain foto
Don’t leave anything but footprints – Jangan tinggalkan apapun selain jejak
Don’t kill anything but time – Jangan bunuh apapun selain waktu

Selamat berwisata!